Elon Musk Sebut Manusia Kemungkinan Tak Lagi Mengendalikan AI dalam 10 Tahun

Oleh
KOMCHAD
KOMCHAD นำเสนอข่าวไอที AI สมาร์ตโฟน Gadget คอมพิวเตอร์ ความปลอดภัยไซเบอร์ และนวัตกรรมล่าสุดในภาษาไทย

Elon Musk menilai perkembangan pesat Artificial Intelligence dapat membawa manusia menuju kondisi ketika mereka tidak lagi menjadi pihak dominan atas teknologi yang mereka ciptakan.

Dalam wawancara dengan The Economist pada Juli, CEO Tesla dan SpaceX itu mengatakan AI dapat melampaui gabungan kecerdasan manusia dalam sekitar lima tahun.

Apakah manusia tetap memegang kendali?

Pemimpin redaksi The Economist Zanny Minton Beddoes bertanya apakah hal itu berarti manusia tidak lagi memegang kendali dalam sepuluh tahun.

Musk mengatakan kemungkinan manusia masih memegang kendali saat itu rendah.

Ia membandingkan potensi kesenjangan kecerdasan antara Advanced AI dan manusia dengan perbedaan antara manusia dan simpanse.

Sikap Musk terhadap AI berubah

Musk selama bertahun-tahun memperingatkan risiko Artificial Intelligence yang semakin canggih.

Namun posisinya tampaknya berubah dari mencoba memperlambat pengembangan AI menjadi menerima bahwa momentum AI dan robot mungkin sudah sulit dihentikan.

Dari peringatan menuju penerimaan

Musk sebelumnya mengkhawatirkan kemampuan AI melakukan Recursive Self-Improvement secara cepat.

Pada 2023, ia juga menandatangani surat terbuka yang meminta penghentian sementara pengembangan sistem AI paling kuat.

Ia masih mengakui risiko AI dan robot tidak bernilai nol.

OpenAI dan Google

Musk mengatakan OpenAI awalnya didirikan sebagai penyeimbang posisi awal Google dalam Artificial Intelligence.

Musk merupakan salah satu pendiri OpenAI pada 2015.

Namun menurutnya, kompetisi tersebut justru mempercepat perkembangan AI secara tidak disengaja.

AI dapat melampaui kecerdasan kolektif manusia

Prediksi Musk bukan hanya tentang AI mengalahkan individu dalam tugas tertentu.

Ia memperkirakan AI dapat melampaui kecerdasan gabungan umat manusia dalam sekitar lima tahun.

Siapa yang mengendalikan Advanced AI?

AI saat ini masih bergantung pada Computing Infrastructure, Software, energi, dan Data Center yang dibangun manusia.

Sistem masa depan dengan otonomi lebih tinggi dapat mengubah hubungan tersebut.

Pertanyaan utamanya adalah apakah manusia mampu mengawasi sistem yang kemampuan penalarannya suatu hari dapat melampaui kemampuan manusia sendiri.

Bagikan artikel ini
Ikuti:
KOMCHAD นำเสนอข่าวไอที AI สมาร์ตโฟน Gadget คอมพิวเตอร์ ความปลอดภัยไซเบอร์ และนวัตกรรมล่าสุดในภาษาไทย
Tinggalkan komentar